PANAS Sabu Diduga Baru Masuk 2 Ons, Bolot Disebut Bos Jaringan Kebal Hukum

ANTONIMIUSSSS

Member Baru

Sabu Diduga Baru Masuk 2 Ons, Bolot Disebut Bos Jaringan Kebal Hukum​



barang-bukti-sabu-1-kilogram_169.jpeg
CC : Foto Hanya Ilustrasi


Perdagangan II, Simalungun
– Warga Perdagangan II kembali dibuat resah oleh informasi masuknya narkotika jenis sabu seberat sekitar 2 ons yang diduga akan segera diedarkan di wilayah tersebut. Barang haram itu disebut-sebut merupakan bagian dari jaringan lama yang selama ini dikenal warga sebagai jaringan kebal hukum.


Nama Bolot kembali mencuat dan diduga kuat sebagai bos atau pengendali utama jaringan tersebut. Meski kerap disebut dalam berbagai informasi warga, hingga kini sosok tersebut belum tersentuh proses hukum.

Gudang Sabu Diduga di Rumah Erno​

Menurut informasi yang beredar di lingkungan warga, sabu 2 ons yang baru masuk itu diduga disimpan sementara di rumah Erno, salah satu anggota jaringan. Rumah tersebut berada di kawasan gang sempit Perdagangan II yang padat penduduk.

Warga mengaku curiga dengan aktivitas keluar-masuk orang tak dikenal yang berlangsung singkat, terutama pada malam hari. “Datangnya cepat, pergi juga cepat. Itu yang bikin warga was-was,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ada Piket di Depan Rumah Bos​


Selain dugaan gudang sabu, warga juga menyebut adanya SORY yang berjaga atau piket di depan rumah Bolot. Keberadaan penjaga ini diduga untuk memantau situasi sekitar dan memberi peringatan jika ada pihak luar yang mencurigakan.


Bolot sendiri disebut jarang terlihat beraktivitas secara langsung. Ia diduga hanya mengatur peredaran dari balik layar, sementara anggota jaringan menjalankan peran penyimpanan dan pengedaran.

Disebut Kebal Hukum​


Meski hanya disebut baru masuk 2 ons, warga menilai jumlah tersebut tetap berbahaya karena berpotensi menyasar generasi muda. Ketiadaan tindakan hukum hingga kini membuat masyarakat semakin yakin bahwa jaringan ini sulit disentuh aparat.

Pengamat kriminal menilai, jaringan narkotika kerap memulai peredaran dengan jumlah kecil untuk menghindari perhatian. “Kalau aman, jumlah bisa bertambah,” ujarnya.


Warga Desak Aparat Bertindak​


Masyarakat Perdagangan II berharap aparat penegak hukum segera turun tangan dan melakukan penyelidikan sebelum peredaran meluas. Keberadaan narkotika di lingkungan permukiman dinilai sebagai ancaman serius bagi keamanan dan ketertiban.

“Kami cuma ingin lingkungan ini bersih dan aman,” kata salah satu warga.

Kasus ini kembali menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan besar tentang keseriusan pemberantasan narkoba, khususnya terhadap jaringan yang diduga memiliki perlindungan kuat.



 
Last edited:
Top